Salam
untuk kita semua...
Dalam
kesempatan kali ini saya akan memaparkan hikmah bertaubat, mungkin
banyak yang bergumam bila kita menyebutkan kata bertaubat ( taubat ).
tapi sebelum mengulas tentang hal yang satu ini mari kita kenali apa
hakekatnya taubat.
Taubat
artinya adalah kembali, yaitu
kembali kejalan yang benar yang di ridhoi Alloh meninggalkan segala
bentuk kesesatan (kemaksiatan).
Sesungguhnya
bertaubat itu adalah wajib hukumnya atas dasar hadits – hadits Nabi
dan Ayat-ayat Al Qur'an. Alloh SWT berfirman :
“ Dan
bertobatlah kamu sekalian kepada Alloh, hai orang – orang yang
beriman supaya kamu beruntung (mendapatkan
kemenangan).”
(An-Nur: 31)
Dalam
ayat ini menunjukkan perintah bertaubat secara umum, didalam ayat
yang lain Alloh swt berfirman:
“ Hai
orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Alloh
dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan
menutupi kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu kedalam surga
yang mengalir dibawahnya sungai – sungai (At-Tahrim: 8)
Makna
lafal An-nashuh ialah al-khalish, yakni yang tulus ikhlas karena
Alloh swt. Murni dan tak ternodai oleh unsur apapun. Lafal an-nashuh
diambil dari kata an-nush-hu.
Hakekatnya
taubat adalah kesatuan dari 4 unsur yaitu:
1. Mohon ampun kepada Alloh
SWT .
sebagaimana
firman Alloh:
“
Dan minta ampunlah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh maha pengampun
dan maha kasih ” (An-nisa' : 106)
Jika
hanya minta ampun kepada Alloh saja, belumlah bisa disebut taubat
melainkan hanya memenuhi satu unsur.
2. Menyesal karena
berbuat maksiat
Meminta
ampun saja tanpa menyesal bukan disebut Taubat
3.
Niat tidak kembali lagi mengerjakan maksiat
4. Lekas – lekas melaksanakan kebaikan
Menurut
Alqur'an dan Hadis Nabi terkumpulnya 4 unsur inilah yang disebut
taubat. Jika hanya satu unsur saja yang dilakukan belumlah bisa
disebut taubat. Kalau di ibaratkan sambal yaitu satu gabungan dari
beberapa unsur, ada unsur cabenya, unsur garamnya, unsur trasinya.
Bila hanya sendiri – sendiri tidaklah bisa disebut sambal. Dan tiap
– tiap unsur itu sama – sama memiliki rasa sendiri – sendiri.
(Ini bagi yang hobi makan sambal...dibuat contoh...hehehe..)
Taubat
itu juga tidak boleh dengan cara kontrakan (ditempo) sobat, ibaratnya
seorang yang memohon kepada Alloh, “Ya Alloh tunjukkanlah saya
nomor, sekali saja (Untuk tombok togel), setelah itu saya tobat”
nah...seperti itu tidak boleh.
Alloh
sangatlah menyukai orang – orang yang bertaubat, sebagaimana firman
Alloh atas keutamaan bertaubat :
“Sesungguhnya
Alloh menyukai orang – orang yang taubat dan menyukai orang –
orang yang mensucikan diri.” (Albaqoroh: 222)
Didalam
kitab Al-azkiya' karya ulama' Patani (Thailand) yang dahulu termasuk
wilayahnya majapahit, diterangkan
tentang taubat beserta hikmahnya. Dan keterangan itu disampaikan
dalam bentuk nadzom. Adapun bunyi nadzomnya :
-
UTHLUB MATAABAN BIN NADAAMATI MUQLI'ANWABI'AZMI TARKIDZ DZANBI FIIMAAS TAQBALAA“Berusahalah kamu bertaubat dengan menyesal dan melepas. Dan ber'azamlah kamu meninggalkan dosa dimasa yang akan datang”
-
FATTAUBU MIFTAAKHU LIKULLI THOO'ATIN.WA ASAASU KULLIL KHOIRI AJMA' ASYMALAA“Maka bertaubat itu adalah kunci pembuka bagi segala taat. Dan dasar segala kebaikan rangkumlah segalanya”
-
FA INIB TULIITA BI GHOFLATIN AU SHUHBATINFII MAJLISI FATADAAROKANNA MUHARWILAA“Maka jika kamu kena cobaan lupa atau bergaul dengan orang banyak. Didalam satu majlis maka lekas – lekaslah kamu menemukannya”
Hikmah
taubat dalam nadzom tersebut:
1.
Pembuka dari segala taat (Miftaahu likulli to'ati)
2.
Jadi asasnya segala kebaikan (Asaasu kullil
khoiri)
Dua
hikmah tersebut bersumber dari alquran surat At-taubat ayat 112 yang
bunyinya :
“ATTAA-IBUUNAL
'AABIDUUNAL HAMIIDUUNAS SAA-IKHUUNAR ROOKI'UUNAS SAAJIDUUNAL
AAMIRUUNA BIL MA'RUUFI WAN NAAHUUNA 'ANIL MUNKARI WAL HAAFIDZUUNA
LIHUDUULILLAHI WABASY-SYIRIL MUKMINIIN. (At-taubat: 112)
“Orang
yang ahli taubat, orang yang ahli ibadah, orang yang ahli memuji,
orang yang ahli musafir untuk mencari ilmu , orang yang ahli rukuk,
orang yang ahli sujud, orang yang ahli perintah kepada perkara
ma'ruf, orang yang ahli mencegah dari perbuatan mungkar, dan orang –
orang yang menjaga hukum – hukum Alloh. Dan gembirakanlah orang –
orang mukmin.
Jadi dalam ayat tersebut diterangkan bahwa semua rentetan kebaikan
itu didahului dengan “Attaa-ibuuna”
Dengan dasar ini jelaslah bahwa taubat itu menjadi kunci atau asas.
Jadi Taubat adalah perintah yang bersifat wajib sebagaimana yang
telah saya sampaikan didepan tulisan ini sobat... Dan ada seruan
Alloh yang memperkuat akan perintah taubat ini didalam firmanNYA:
“Wahai orang – orang yang beriman bertaubatlah kamu kepada Alloh
dengan taubat nashuha (taubat yang sempurna)” (At-Tahrim : 8)
Dan yang tidak melaksanakan taubat adalh dholim, ini ancaman dari
Alloh.
“WAMAL LAM YATUB FA ULAA-IKA HUMUDZ DZOLIMUUN” (Al Hujurot: 11)
“Dan barang siapa yang tidak taubat, maka mereka itu adalah dholim”
...naudzubillah min dzalik.
Cukuplah tulisan ini aku goreskan diblog ini tentang hikmah taubat
yang mungkin tanpa sengaja telah kita lupakan dan sekedar memberikan
pengertian sedikit di dalamnya. Namun sebelum saya tuntaskan ada hal
yang ingin saya sampaikan sobat dan ini sangat penting.
Bahwa Bulan Asy-syuro adalah bulan taubat, dan didalam bulan asy
syuro lah diterimanya taubat para nabi, seperti Nabi Yunus a.s, Nabi
Adam a.s, dan seterusnya.
Didalam hadis nabi diterangkan bahwa nilainya puasa Asy syuro yaitu:
-
Menutup dosa satu tahun yang lewatBersabda Rosululloh SAW: “Puasa Asy-syuro menutupi dosa satu tahun yang lewat” (An Abi Qotadah/Rowahu ahmad wa Muslim/ wa Abi Dawud/Shoheh/Jami'ush Shoghir/jilid II/bab huruf SHOD/halaman 75).
-
Tiap puasa dibulan Asy-syuro baginya akan mendapatkan 30 kebaikan, kalau 2 hari berarti mendapatkan 60 kebaikan. Maka kalau 30 hari sama dengan mendapatkan 900 kebaikan. Sebagaimana diterangkan dalam hadis nabi.“Barang siapa berpuasa sehari dari bulan muharom maka baginya tiap-tiap hari dapat 30 kebaikan” (An Ibni Abbas/Rowahuth Thobroni/Jami'us shogir/jilid II/bab huruf MIM/Halaman 301).Maka dari itu usahakan bisa mengerjakan puasa Asy-syuro. Bila waktu puasa lupa hingga makan, teruskan aja puasanya itu anugrah.
-
Bila puasa tanggal 10 Asy-syuro dan hanya satu hari saja (tanpa puasa tanggal 9 dan 11 nya), menurut Nabi Muhammad Saw, itu seperti puasanya orang Yahudi. Dan kita dilarang seperti mereka.Rosululloh bersabda:“Puasalah dihari Asy-syuro (tanggal 10) tapi jangan sama dengan puasanya orang Yahudi. Puasalah sebelum tanggal 10 sehari dan setelah tanggal 10 sehari” ('An Ibni Abbas, Rowahu Ahmad Wal Baihaqi) (Jami'us shoghir, bab huruf SHOD)
Dan bila ada rizki hendaklah selamatan bubur, namanya bubur Suro,
juga berilah tambahan belanja kepada keluarganya misalnya kalau
biasanya Rp 10.000,-tambahlah menjadi Rp 11.000,-. Karena menurut
hadis Nabi, Alloh akan meluaskan rizki terhadap orang yang mau
melonggarkan belanja keluarganya. Rosululloh bersabda:
“Barang siapa yang memberi kelonggaran keluarganya dihari
Asy-syuro, Alloh memberi kelonggaran atasnya didalam setahun,
keseluruhan satu tahun”.
Wuah...makin panjang nih...Sudah ya Sobat semoga bermanfaat...
Alhamdulillah, Subhanalloh, Astaghfirulloh....


