Cak Karim Channel

Cak Karim Channel
http://cakkarimchannel.blogspot.com/

HIKMAH BERTAUBAT

Bismillahirrohmanirrohim...
Salam untuk kita semua...

Dalam kesempatan kali ini saya akan memaparkan hikmah bertaubat, mungkin banyak yang bergumam bila kita menyebutkan kata bertaubat ( taubat ). tapi sebelum mengulas tentang hal yang satu ini mari kita kenali apa hakekatnya taubat.
Taubat artinya adalah kembali, yaitu kembali kejalan yang benar yang di ridhoi Alloh meninggalkan segala bentuk kesesatan (kemaksiatan).

Sesungguhnya bertaubat itu adalah wajib hukumnya atas dasar hadits – hadits Nabi dan Ayat-ayat Al Qur'an. Alloh SWT berfirman :

Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Alloh, hai orang – orang yang beriman supaya kamu beruntung (mendapatkan kemenangan).” (An-Nur: 31)

Dalam ayat ini menunjukkan perintah bertaubat secara umum, didalam ayat yang lain Alloh swt berfirman:

Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Alloh dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai – sungai (At-Tahrim: 8)

Makna lafal An-nashuh ialah al-khalish, yakni yang tulus ikhlas karena Alloh swt. Murni dan tak ternodai oleh unsur apapun. Lafal an-nashuh diambil dari kata an-nush-hu.


Hakekatnya taubat adalah kesatuan dari 4 unsur yaitu:
1. Mohon ampun kepada Alloh SWT .
 sebagaimana firman Alloh: 
 
“ Dan minta ampunlah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh maha pengampun dan maha kasih ” (An-nisa' : 106)
Jika hanya minta ampun kepada Alloh saja, belumlah bisa disebut taubat melainkan hanya memenuhi satu unsur.

2. Menyesal karena berbuat maksiat
Meminta ampun saja tanpa menyesal bukan disebut Taubat

3. Niat tidak kembali lagi mengerjakan maksiat

4. Lekas – lekas melaksanakan kebaikan

Menurut Alqur'an dan Hadis Nabi terkumpulnya 4 unsur inilah yang disebut taubat. Jika hanya satu unsur saja yang dilakukan belumlah bisa disebut taubat. Kalau di ibaratkan sambal yaitu satu gabungan dari beberapa unsur, ada unsur cabenya, unsur garamnya, unsur trasinya. Bila hanya sendiri – sendiri tidaklah bisa disebut sambal. Dan tiap – tiap unsur itu sama – sama memiliki rasa sendiri – sendiri. (Ini bagi yang hobi makan sambal...dibuat contoh...hehehe..)

Taubat itu juga tidak boleh dengan cara kontrakan (ditempo) sobat, ibaratnya seorang yang memohon kepada Alloh, “Ya Alloh tunjukkanlah saya nomor, sekali saja (Untuk tombok togel), setelah itu saya tobat” nah...seperti itu tidak boleh.

Alloh sangatlah menyukai orang – orang yang bertaubat, sebagaimana firman Alloh atas keutamaan bertaubat :

Sesungguhnya Alloh menyukai orang – orang yang taubat dan menyukai orang – orang yang mensucikan diri.” (Albaqoroh: 222)

Didalam kitab Al-azkiya' karya ulama' Patani (Thailand) yang dahulu termasuk wilayahnya majapahit, diterangkan tentang taubat beserta hikmahnya. Dan keterangan itu disampaikan dalam bentuk nadzom. Adapun bunyi nadzomnya :

  1. UTHLUB MATAABAN BIN NADAAMATI MUQLI'AN
    WABI'AZMI TARKIDZ DZANBI FIIMAAS TAQBALAA
    Berusahalah kamu bertaubat dengan menyesal dan melepas. Dan ber'azamlah kamu meninggalkan dosa dimasa yang akan datang”
  2. FATTAUBU MIFTAAKHU LIKULLI THOO'ATIN.
    WA ASAASU KULLIL KHOIRI AJMA' ASYMALAA
    Maka bertaubat itu adalah kunci pembuka bagi segala taat. Dan dasar segala kebaikan rangkumlah segalanya”
  3. FA INIB TULIITA BI GHOFLATIN AU SHUHBATIN
    FII MAJLISI FATADAAROKANNA MUHARWILAA
    Maka jika kamu kena cobaan lupa atau bergaul dengan orang banyak. Didalam satu majlis maka lekas – lekaslah kamu menemukannya”

Hikmah taubat dalam nadzom tersebut:

1. Pembuka dari segala taat (Miftaahu likulli to'ati)
2. Jadi asasnya segala kebaikan (Asaasu kullil khoiri)

Dua hikmah tersebut bersumber dari alquran surat At-taubat ayat 112 yang bunyinya :

ATTAA-IBUUNAL 'AABIDUUNAL HAMIIDUUNAS SAA-IKHUUNAR ROOKI'UUNAS SAAJIDUUNAL AAMIRUUNA BIL MA'RUUFI WAN NAAHUUNA 'ANIL MUNKARI WAL HAAFIDZUUNA LIHUDUULILLAHI WABASY-SYIRIL MUKMINIIN. (At-taubat: 112)

Orang yang ahli taubat, orang yang ahli ibadah, orang yang ahli memuji, orang yang ahli musafir untuk mencari ilmu , orang yang ahli rukuk, orang yang ahli sujud, orang yang ahli perintah kepada perkara ma'ruf, orang yang ahli mencegah dari perbuatan mungkar, dan orang – orang yang menjaga hukum – hukum Alloh. Dan gembirakanlah orang – orang mukmin.

Jadi dalam ayat tersebut diterangkan bahwa semua rentetan kebaikan itu didahului dengan “Attaa-ibuuna”
Dengan dasar ini jelaslah bahwa taubat itu menjadi kunci atau asas.

Jadi Taubat adalah perintah yang bersifat wajib sebagaimana yang telah saya sampaikan didepan tulisan ini sobat... Dan ada seruan Alloh yang memperkuat akan perintah taubat ini didalam firmanNYA:
“Wahai orang – orang yang beriman bertaubatlah kamu kepada Alloh dengan taubat nashuha (taubat yang sempurna)” (At-Tahrim : 8)
Dan yang tidak melaksanakan taubat adalh dholim, ini ancaman dari Alloh.
“WAMAL LAM YATUB FA ULAA-IKA HUMUDZ DZOLIMUUN” (Al Hujurot: 11)
“Dan barang siapa yang tidak taubat, maka mereka itu adalah dholim”

...naudzubillah min dzalik.

Cukuplah tulisan ini aku goreskan diblog ini tentang hikmah taubat yang mungkin tanpa sengaja telah kita lupakan dan sekedar memberikan pengertian sedikit di dalamnya. Namun sebelum saya tuntaskan ada hal yang ingin saya sampaikan sobat dan ini sangat penting.

Bahwa Bulan Asy-syuro adalah bulan taubat, dan didalam bulan asy syuro lah diterimanya taubat para nabi, seperti Nabi Yunus a.s, Nabi Adam a.s, dan seterusnya.
Didalam hadis nabi diterangkan bahwa nilainya puasa Asy syuro yaitu:
  1. Menutup dosa satu tahun yang lewat
    Bersabda Rosululloh SAW: “Puasa Asy-syuro menutupi dosa satu tahun yang lewat” (An Abi Qotadah/Rowahu ahmad wa Muslim/ wa Abi Dawud/Shoheh/Jami'ush Shoghir/jilid II/bab huruf SHOD/halaman 75).
  2. Tiap puasa dibulan Asy-syuro baginya akan mendapatkan 30 kebaikan, kalau 2 hari berarti mendapatkan 60 kebaikan. Maka kalau 30 hari sama dengan mendapatkan 900 kebaikan. Sebagaimana diterangkan dalam hadis nabi.
    “Barang siapa berpuasa sehari dari bulan muharom maka baginya tiap-tiap hari dapat 30 kebaikan” (An Ibni Abbas/Rowahuth Thobroni/Jami'us shogir/jilid II/bab huruf MIM/Halaman 301).
    Maka dari itu usahakan bisa mengerjakan puasa Asy-syuro. Bila waktu puasa lupa hingga makan, teruskan aja puasanya itu anugrah.
  3. Bila puasa tanggal 10 Asy-syuro dan hanya satu hari saja (tanpa puasa tanggal 9 dan 11 nya), menurut Nabi Muhammad Saw, itu seperti puasanya orang Yahudi. Dan kita dilarang seperti mereka.
    Rosululloh bersabda:
    “Puasalah dihari Asy-syuro (tanggal 10) tapi jangan sama dengan puasanya orang Yahudi. Puasalah sebelum tanggal 10 sehari dan setelah tanggal 10 sehari” ('An Ibni Abbas, Rowahu Ahmad Wal Baihaqi) (Jami'us shoghir, bab huruf SHOD)

Dan bila ada rizki hendaklah selamatan bubur, namanya bubur Suro, juga berilah tambahan belanja kepada keluarganya misalnya kalau biasanya Rp 10.000,-tambahlah menjadi Rp 11.000,-. Karena menurut hadis Nabi, Alloh akan meluaskan rizki terhadap orang yang mau melonggarkan belanja keluarganya. Rosululloh bersabda:

“Barang siapa yang memberi kelonggaran keluarganya dihari Asy-syuro, Alloh memberi kelonggaran atasnya didalam setahun, keseluruhan satu tahun”.

Wuah...makin panjang nih...Sudah ya Sobat semoga bermanfaat...

Alhamdulillah, Subhanalloh, Astaghfirulloh....

HIKMAH BERDZIKIR

Bismillahirrohmanirrohim...
Salam untuk kita semua...

     Telah banyak kita jumpai tulisan atau artikel di internet yang menjelaskan dan menerangkan tentang hikmah berdzikir atau manfaat berdzikir, mungkin sudah ribuan blogger menulis tentang hal ini dengan berbagai penjelasan dan bahasa mereka. 
Nah...sobat, disini saya juga akan menerangkan dan menjelaskan sebagian kecil saja untuk menyegarkan kembali ingatan kita. Hikmah dzikir sehubungan dengan perjalanan hidup didunia hingga di akhirat.
       Berdzikir banyak sekali manfaat dan faedahnya karena berdzikir bisa mempermudah perjalanan manusia didunia (mempermudah manusia menghadapi mati?).  Dengan berdzikir itu manusia akan terbiasa mengingat Alloh SWT, selanjutnya bila sudah bisa melupakan segala sesuatu lainnya Alloh SWT. Maka lainnya Alloh pun sama dengan tidak ada, jadi sudah lepas dari daya tarik lainnya Alloh. Otomatis yang dirasakan ada hanyalah Alloh semata, selanjutnya kitapun akan tertarik kesana.


Dzikrulloh

Dunia adalah penjara bagi nafsunya orang mukmin. Maksudnya, kehidupan orang mukmin didunia ini segalanya serba dibatasi (terpenjara). Terbatasi oleh tembok perintah dan larangan Alloh SWT, baik perintah dan larangan Alloh yang bersifat dhohir maupun bathin. Jadi, bisa dikatakan bahwa nafsunya orang mukmin itu dibatasi dengan 4 lapisan tembok, yaitu:
  1. Tembok perintah Alloh yang bersifat dhohir
  2. Tembok perintah Alloh yang bersifat bathin
  3. Tembok larangan Alloh yang bersifat dhohir
  4. Tembok larangan Alloh yang bersifat bathin
Sebagaimana yang telah disampaikan Rosululloh SAW :
"Dunia itu penjara bagi nafsunya  orang mukmin dan tabiatnya. maka tatkala orang mukmin pisah dengan dunia maka pisahlah ia dari penjara dan tabiatnya" (jami'us shogir jilid II/ bab huruf Dal/ hal: 27).

        Namun semuanya itu adalah demi untuk keselamatan manusia, bukan untuk menyulitkan manusia. Tak ubahnya rambu - rambu lalu lintas, bukan untuk mempersulit atau memperlambat yang melintas namun untuk keselamatan yang melintas.
        Sedangkan bagi kaum kafir, dunia ini adalah surga bagi nafsunya karena tidak ada larangan atau tembok baginya, mereka merasa bebas sebebas - bebasnya. Akan tetapi bila orang mukmin sudah lepas dari dunia (wafat) maka mereka juga bagaikan lepas dari penjara, masuk kepada kebebasan atau surga.

       Dengan gambaran ini orang mukmin yang mati malah bahagia, karena lepas dari penjara masuk kesurga. Dan nikmat di akhirat lebih besar daripada nikmat didunia. Seandainya manusia tahu akan hal tersebut maka mereka akan berebut ingin cepat mati. Walau begitu tetap saja banyak orang mukmin yang merasa sedih dan takut ketika akan dikeluarkan dari penjara (mati), dengan berbagai macam alasan. sedih karena meninggalkan istrinya yang masih muda dan cantik, sedih dan takut akan kekayaannya sehingga tidak bisa menikmatinya lagi dan lain sebagainya.

        Kebalikannya dengan orang kafir, begitu mati maka ibaratnya keluar dari surga dan masuk ke penjara atau penderitaan. Mereka menyesal dan meminta untuk kembali kedunia untuk berbuat amal sholeh.

" Ya Tuhanku kembalikan aku kedunia (99) Supaya aku bisa mengerjakan amal baik kepada orang - orang yang aku tinggalkan" (Al Mukminun ayat 99 - 100)

Begitu juga dengan orang yang mati syahid, mereka juga ingin kembali lagi kedunia. hanya saja penyebabnya tidak sama dengan orang kafir. Kalau orang kafir ingin kembali kedunia karena  ingin bertaubat dan beramal sholeh, karena sebelumnya mereka tidak berbuat seperti itu. Sedangkan orang yang mati syahid, ingin kembali kedunia lagi karena mereka ingin merasakan mati syahid lagi. karena sangat nikmatnya.

       Tahukah kamu dzikir itu menyenangkan kamu di akhirat, sebagaimana yang disampaikan Rosululloh SAW :

"  Sesungguhnya bagi tiap-tiap orang yang berjalan ada hingganya dan hingga perjalanan anak-anak adam (didunia ini) adalah mati. Maka wajiblah atas kamu semuanya ingat akan Alloh. Maka sesungguhnya (ingat akan Alloh) itu memudahkan kamu dan menyenangkan kamu di akherat ". (Jami'ush shogir, jilid I, bab huruf "Alif Nun", Hal 166)

Menurut hadits tersebut, semua perjalanan manusia pastilah ada akhirnya yaitu mati. Dan sebelum sampai pada mati (lakon akhir, yang sebelumnya ada lakon lahir dan lakon hidup), manusia diperintahkan untuk dzikir (Ingat kepada Alloh).

" FA 'ALAIKUM BIDZIKRILLAHI " artinya "Maka wajib kamu dzikir / Ingat kepada Alloh"

Yang mana berdzikir itu akan bisa memudahkan perjalanan manusia didunia, menyenangkan kamu semuanya waktu hidup di akhirat (semuanya dipersiapkan oleh Alloh di akhirat).
Oleh sebab itu perbanyaklah dzikrulloh, bila orang mukmin wafatnya membawa dzikrulloh. Maka segalanya akan disiapkan termasuk pakaian ruhaniah, istri-istri yang cantik dan semua nikmat lainnya. akan dipersiapkan seluas-luasnya di akherat. Sangat berbeda sekali dengan  kenikmatan di dunia yang hanya bagaikan mimpi saja.

Namun perlu di ingat untuk mencapai kebaikan itu banyak godaannya. Misalnya mau berdzikir pasti ada saja masalah yang mengganggu, kalau tidak ada masalah kadang ngantuk. tapi kalau di pakai ngobrol semalam suntuk pun akan senang dan tidak ngantuk.
Mengenai dzikir ini perlu diperhatikan lagi, dzikirnya ini ditujukan ke hati guna membersihkan hati.

Tak terasa panjang juga nih nulisnya sobat, aku cukupkan sekian dulu yang aku sampaikan di blog ini. Semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. amin.

Alhamdulillahirobbil'alamin.

KEUTAMAAN HIKMAH


Bismillahirrohmanirrohim...
Salam untuk kita semua...

Mencari hikmah adalah hal sangat penting sekali karena mencari hikmah juga merupakan perintah Alloh SWT dan merupakan tuntunan bagi orang mukmin. Didalam hikmah itu sendiri banyak sekali kebaikannya, berikut keterangan seputar hikmah:
Rosululloh SAW bersabda:
" Kalimat hikmah itu adalah tuntunan orang beriman. Maka dimana mereka menemukannya, maka mereka lebih berhak dengannya" 
(Jami'ush Shoghir / Kaf).

Hadits tersebut menyatakan bahwa " Hikmah itu tuntunannya orang mukmin " maka semua orang yang beriman Wajib menuntut akan hikmah, bukan sunnah. Bahkan dimanapun hikmah itu berada, sebagai orang yang beriman berhak mengambilnya. Hikmah yang ada dalam Al-quran, dalam hadis nabi, dalam kitab-kitab yang berdasarkan Alquran dan hadits, dalam kejadian sehari - hari kehidupan yang kita jalani, semuanya harus dan berhak kita ambil hikmahnya. Bahkan disaat kita menjalani misi da'wah untuk mengajak orang lain pertamanya haruslah dengan hikmah.




Nur Hikmah


Keterangan didalam Alquran menjelaskan wajibnya menuntut hikmah bahwa Mendapatkan satu hikmah saja sama dengan mendapatkan kebaikan yang agung.

" Dan barang siapa diberi satu hikmah maka ia benar - benar di augerahi kebaikan yang banyak " (Al-Ayah, Albaqoroh : 269)

Namun orang yang bisa mencapai kebaikan yang Agung itu belum tentu bisa mencapai satu hikmah.

Sesungguhnya letak posisi hikmah adalah dibelakang "KITABU" ( dibelakang yang tertulis atau dibelakang yang tersurat ). Dibelakang yang tertulis atau yang tersurat ada yang tidak tertulis atau ada yang tersirat ( yang tersembunyi ) Dan yang tersirat itulah yang disebut Hikmah. sebagaimana keterangan Alquran:

"Dan Rosul Alloh mengajarkan kepada mereka Al-kitab dan Al hikmah" (Albaqoroh:129)

Maka hikmah itu adanya dibelakang KITABU atau dibalik yang tersurat atau dibelakang lafal makna. bisa juga disebut kalau KITABU itu yang dhohir, maka hikmah itu yang bathin. Sedangkan HUKUM adalah termasuk KITABU (yang tersurat).

Hukum adalah ketentuan - ketentuan yang menentukan wajib, sunah, haram, halal, mubah, dan makruh. Jadi dibalik hukum itu ada hikmah. Disemua perintah dan larangan Alloh SWT pasti mengandung hukum dan hikmah. Namun pada umumnya anusia itu hanya sibuk mempelajari pada KITABA saja, atau hukum saja, atau yang dhohir saja, atau diformalitasnya saja, tidak menyentuh yang tersembunyi atau menyentuh HIKMAH nya.

Tentunya orang yang mempelajari Islam tanpa mengerti hukum  ibarat orang memasuki rumah tanpa melalui pintunya (menjebol temboknya). namun bila seseorang itu hanya mempelajari islam hanya dari segi hukumnya saja, atau KITABA nya saja, tanpa menyentuh hikmahnya. Maka tidaklah bisa orang itu mencapai tujuan yang sebenarnya. Meskipun baik yang dituju tapi buruklah yang akan bertemu, bahagia yang dicita - cita namun sengsara yang akan bersua. Hanya mendapatkan kepayahan saja.

" Dan tidak ada yang dapat menerima pelajaran hikmah kecuali orang yang Ulul Albab " (Albaqoroh:269)

Dengan demikian tahulah kita bahwa ternyata tidaklah mudah untuk mendapatkan hikmah, karena haruslah menjadi Ulil Albab dulu. Walau demikian kita terus tetap berusaha. Mengenai kesulitannya itu sudah bagian dari kehidupan manusia, karena manusia memang diciptakan dalam kesulitan. 

" Sungguh - sungguh kami telah menciptakan manusia didalam kesulitan " (Al Balad: 4)

Dengan demikian berarti manusia itu pada kodratnya selalu berhadapan dengan kesulitan. Walau sesulit apapun dalam mencari hikmah, tetaplah harus dikejar.

"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan " (Al Insyiroh: 6)

Dan sesungguhnya didalam kesulitan itu ada terdapat hikmah yang banyak. Tanpa kesulitan, manusia tidak akan berjuang maka tidaklah berkembang akal fikirnya.

Bagi manusia yang tidak mau menghadapi kesulitan, maka akan dapat menimbulkan keburukan dalam dirinya.

Semoga sebagian kecil tentang keutamaan hikmah ini akan bermanfaat bagi sobat semua dan khususnya diri saya. Dan di blog ini akan saya terangkan berbagai hikmah juga kenikmatan didalamnya, ditunggu ya...

Alhamdulillah...semoga manfaat...amin.