Menyingkap sisi rahasia sejarah KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA dan mensyukuri akan nikmat yang tak ternilai ini, mari sejenak kita berkaca kembali, mengorek sisi rahasia sejarah ditanah bumi pertiwi yang kita cintai ini yaitu INDONESIA. Mengapa saya katakan sisi rahasia? karena disini saya akan mengulas kejadian atau peristiwa dibalik Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang mengantarkan bangsa ini bebas dari penjajahan diatas muka bumi yaitu MERDEKA.
Tapi sebelum membaca tulisan diblog ini cari posisi yang nyaman dan santai ya, karena disini saya akan mengurai lebih panjang. Demi menumbuhkan jiwa-jiwa yang kosong dinegri ini untuk ingat dan sadar akan "Cinta Tanah Air Indonesia, yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusian."
Kemerdekaan Bangsa Indonesia diproklamirkan oleh Ir. Soekarno dan Moh Hatta atas nama Bangsa Indonesia pada hari Jumat legi, Bulan Romadhon, Tanggal 9, Tahun 1364 Hijriyah, yang bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 1945. (Sumber : Buku "Angkatan Baru ' 45" oleh B.M. Diah, Bab XII/halaman: 250. Penerbit: PT. Masa Merdeka, Tahun 1983. Buku "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia" oleh Wartawati asal Inggris Cindy Adams, Bab/24/halaman: 318 buku ini asalnya berbahasa inggris dan telah disalin ke Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah, Bahsa Jepang, Bahasa arab, Bahasa Tionghoa kemudian disebarkan keseluruh dunia).
Kemerdekaan Bangsa Indonesia yang diproklamirkan oleh Ir. Soekarno ini, bukan suatu kebetulan atau keputusan panitia (PPKI), dan bukan pula hadiah dari Pemerintahan Jepang. Namun ini sudah direncanakan oleh beliau Pada tanggal 13 Agustus 1945 saat Bung Karno dipanggil oleh Jendral Terauchi, Panglima Tertinggi Pasukan Jepang di Asia Tenggara, bertempat di Saigon. Sebagaimana yang dikisahkan pada saat itu terjadi polemik diantara pemimpin para pemuda yang lain dengan Bung karno malam itu..., diceritakan dalam buku "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia", Bab 24 /halaman 316 - 317. ini cuplikan kejadian dua hari sebelum diproklamirkan dikisahkan:
Wikana, seorang pemimpin pemuda yang lain yang memaksa Bung Karno dengan todongan pisau, ancaman mereka untuk melakukan revolusi dan segera memproklamirkan kemerdekaan sebelum tanggal 17 Agustus 1945, namun dengan keyakinan dan keberanian beliau sambil melipat leher menyerahkan tenggorokannya "INI" kata beliau sambil mengejek, "Ini kudukku" boleh potong....hayo. "Boleh penggal kepalaku....engkau bisa membunuhku....tapi jangan dipaksa untuk mengadakan pertumpahan darah yang sia-sia, hanya karena hendak menjalankan sesuatu menurut kemauanmu."
Setelah semuanya reda beliau berkata:
"Dengan suara rendah kumulai kembali percakapan kami, "Yang paling penting dalam peperangan dan revolusi adalah saatnya yang tepat. Di Saigon saya sudah merencanakan seluruh pekerjaan ini ntuk dijalankan tanggal 17." (ini membuktikan bahwa Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 itu sudah direncanakan).
Pernahkah kita menyadari dan memahami mengapa Bung Karno memilih tanggal 17? ini rahasianya, sebagaimana halnya yang ditanyakan Sukarni kepada Bung Karno saat itu didalam buku "Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia" Bab 24, Halaman 317-318. Perhatikanlah keterangan Bung Karno tersebut secara pertimbangan akal beliau tidak dapat menerangkan mengapa tanggal 17 lebih memberi harapan kepada beliau, tetapi didalam hati beliau ada keyakinan dan merasakan bahwa waktu dua hari lagi yaitu tanggal 17 Jumat Legi adalah saat yang baik. Bila kita kaji lebih jauh dan mempelajari suatu kejadian dan sejarah besar angka 17 ini adalah angka keramat, angka suci. ini yang mendasari keyakinan beliau:
- Pertama pada saat itu tepat dibulan Romadhon (suci)
- Bulan Romadhon kita semua berpuasa (dalam keadaan suci)
- Hari Jumat hari yang bahagia, hari suci, dan hari jumat legi itu tanggal 17
- Muhammad Rosululloh SAW diangkat menjadi Rosul tanggal 17 Romadhon
- Al-Qur'an diturunkan tanggal 17
- Orang Islam sholat fardlu sehari semalam 17 raka'at
- Kesucian angka 17 bukanlah buatan manusia
- Kemauan Tuhan peristiwa ini akan jatuh dihariNYA yang keramat. Proklamasi diumumkan tanggal 17
Jadi bila kita petik dari apa yang menjadi alasan sebagaimana telah disampaikan oleh Bung Karno, memiliki dasar :
- Bulan Romadhon
- Puasa Romadhon
- Nuzulul Qur'an tanggal 17
- Sholat Fardlu 17 Raka'at
- Yaumul Jum'at
Lima macam dasar beliau ini semuanya itu berada dalam ajaran islam, dan menjadi landasan Bung Karno untuk memilih tanggal 17 adalah tanggal bagi : PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA
![]() |
| Naskah asli Proklamasi koleksi BM Diah |
"Kami bangsa indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain, diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat - singkatnya" Jakarta 17 Agustus 1945 atas nama Bangsa Indonesia.
Dan beliau memproklamirkan kemerdekaannya itu bukan atas nama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan bukan pula atas nama Republik Indonesia melainkan atas nama Bangsa Indonesia. Dalam Proklamasi Bung Karno menyebutkan "Kami Bangsa Indonesia" yang artinya Rakyat Indonesia, dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Merdeka bangsanya, merdeka rakyatnya bukan Republiknya karena pengakuan kemerdekaan itu sebelum dibentuknya Republik.
![]() |
| Ir. Soekarno membacakan Proklamasi |
Ir. Soekarno / Moch Hatta memproklamasikan bangsa indonesia merdeka bukan hadiah dari imperialisme (Jepang) dan tidak atas nama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia akan tetapi atas nama bangsa indonesia.
Kemudian setelah proklamasi dengan inisiatif sendiri Ir. Soekarno menambah anggota PPKI 6 orang yaitu Wiro Notokusumo, Ki Hajar dewantoro, Mr. Hasan, Sayuti melik. Dan tanggal 18 Agustus 1945, Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 disyahkan jadi Pembukaan Undang Undang Dasar Negara Republik indonesia dan menjadi dasar Konstitusional Negara Republik Indonesia.Pada saat itu juga Panca Sila disyahkan menjadi Idiil Negara republik Indonesia.
Jadi Negara Republik Indonesia berdiri tanggal 18 Agustus 1945 Yang merdeka, Yang bersatu, Yang berdaulat,, Yang adil, Yang makmur. Sebeagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea II.
![]() |
| Pembukaan UUD 1945 |
Oleh sebab itu adalah sewajarnya bagi seluruh bangsa (Rakyat) Indonesia yang merasakan nikmat kemerdekaan ini wajib mensyukurinya.
Hakekat kemerdekaan yang kita peringati 17 Agustus 1945 itu, bukan pemerintah, melainkan Hak Asasi, Hak Fitroh, Hak Kodrati bagi tiap - tiap bangsa sebagaimana tersebut dalam UUD '45 Alinea I " Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa..."
Hak asasi tiap - tiap bangsa itulah yang dinamakan "MERDEKA" dan itulah milik bangsa yang paling mulia, yang paling berharga.
Apabila bangsa itu sudah kehilangan hak asasinya yaitu Merdeka, maka bangsa itu :
inilah satu - satunya milik Bangsa indonesia yang tidak bisa dipadamkam, tidak bisa dijangkau dan tidak bisa dimatikan yaitu cita-cita " Ingin kehidupan kebangsaan yang bebas " dan ini letaknya bukan didaratan, bukan berada dilautan dan bukan berada di organisasi. Tapi adanya tersimpan jauh didalam "Jiwa Bangsa Indonesia " adanya cita-cita luhur bangsa indonesia disitulah letak sumber ikhtiar Bangsa Indonesia, tanpa adanya kemauan dan keinginan luhur bangsa indonesia ini hanya tinggal nama, tinggal bentuk tapi sudah mati. Dari keinginan luhur itulah timbulnya ikhtiar yang dinamakan :
Menimbulkan peperangan demi peperangan diseluruh nusantara dari generasi ke generasi sambung menyambung tiada henti.
Ada pergerakan dibidang Politik, Ada pergerakan dibidang Ekonomi, Ada pergerakan dibidang Sosial, dan Ada pergerakan dibidang Pendidikan
Hakekat kemerdekaan yang kita peringati 17 Agustus 1945 itu, bukan pemerintah, melainkan Hak Asasi, Hak Fitroh, Hak Kodrati bagi tiap - tiap bangsa sebagaimana tersebut dalam UUD '45 Alinea I " Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa..."
Hak asasi tiap - tiap bangsa itulah yang dinamakan "MERDEKA" dan itulah milik bangsa yang paling mulia, yang paling berharga.
Apabila bangsa itu sudah kehilangan hak asasinya yaitu Merdeka, maka bangsa itu :
- Akan menjadi budak didalam Tanah Airnya sendiri
- Bangsa yang runtuh martabatnya
- Bangsa yang tidak mati dan tidak hidup
- Tidak bisa mendirikan bangsa sendiri, menjadi kerdil
- Tidak bissa melindungi bangsa sendiri
- Tidak bisa melindungi Tanah Airnya sendiri
- Tidak bisa mencerdaskan kehidupan bangsanya
- Tidak bisa ikut melaksanakan ketertiban dunia
- Harta benda dan kekayaan Indonesia dikeruk (mungkin sampai saat ini).
- Bangsa Indonesia dijadikan budak dalam tanah airnya.
- Kesadaran dibunuh dan jiwa dibelenggu.
- Semangat juangnya dimatikan, Kehormatan Ibu Pertiwi di injak - injak..
- Lisan diberangus, dipasung dalam tanah airnya sendiri.
- Bangsa kita kehilangan harga diri.
inilah satu - satunya milik Bangsa indonesia yang tidak bisa dipadamkam, tidak bisa dijangkau dan tidak bisa dimatikan yaitu cita-cita " Ingin kehidupan kebangsaan yang bebas " dan ini letaknya bukan didaratan, bukan berada dilautan dan bukan berada di organisasi. Tapi adanya tersimpan jauh didalam "Jiwa Bangsa Indonesia " adanya cita-cita luhur bangsa indonesia disitulah letak sumber ikhtiar Bangsa Indonesia, tanpa adanya kemauan dan keinginan luhur bangsa indonesia ini hanya tinggal nama, tinggal bentuk tapi sudah mati. Dari keinginan luhur itulah timbulnya ikhtiar yang dinamakan :
- Perjuangan Kemerdekaan Indonesia.
- Pergerakan Kemerdekaan Indonesia.
Menimbulkan peperangan demi peperangan diseluruh nusantara dari generasi ke generasi sambung menyambung tiada henti.
- Tahun 1512, Sultan Demak, Patih Unus perang melawan portugis di Malaka
- Tahun 1522, Maulana Fatahilla di Cirebon mengusir Portugis dari Sunda Kelapa
- Tahun 1645 sultan Agung di Mataram
- Tahun 1650 Sultan Abdul Fatah di Banten
- Tahun 1660 Sultan Hasanuddin di Makasar
- Tahun 1635 Sultan Iskandar Muda di Aceh
- Tahun 1670 Iskandar di Minangkabau
- Tahun 1670 Untung Suropati dan Trunojoyo di Jawa Timur
- Tahun 1676 Tajul Alam Shofituddin Syah
- Tahun 1678 Nurul Alam Taqituddin Syah
- Tahun 1680 Zakituddin Inayah Syah
- Tahun 1699 Kamalat Syah
- Tahun 1755 Pangeran Mangkubumi, Mangkubuwono I di Jawa Tengah
- Tahun 1801 Nuko bin Sultan Jamaluddin di Tidore
- Tahun 1809 Sultan abdul Nasir Zainul Muttaqin di Banten
- Tahun 1812 Sultan Badruddin di Palembang
- Tahun 1817 Thomas Matulessi (Pattimura) di Maluku
- Tahun 1822 Imam Bonjol di Bukit Tinggi (Sumatra Barat)
- Tahun 1830 Pangeran Diponegoro di Jawa
- Tahun 1860 Ontosari di Kalimantan
- Tahun 1850 Patih Jelantik di Bali
- Tahun 1899 Teuku Umar di Aceh
- Tahun 1905 Cut Nyak Dien
- Tahun 1895 Anak Agung Made di Bali
- Tahun 1900 Sisingaraja, Batak
- Tahun 1917 Badruddin di Palembang
- Dan masih banyak yang lain - lainnya.
Ada pergerakan dibidang Politik, Ada pergerakan dibidang Ekonomi, Ada pergerakan dibidang Sosial, dan Ada pergerakan dibidang Pendidikan
- Budi Utomo berdiri pada tanggal 20 Mei 1908
- Syarikat Islam berdiri pada tahun 1911
- Muhammadiyyah berdiri pada tanggal 18 Nopember 1912
- Nahdatul Ulama' berdiri tanggal 31 Januari 1926
- PNI berdiri pada tanggal 4 Juli 1927
- Dan masih banyak yang lain-lainnya
- Kemerdekaan itu ialah hak asasi segala bangsa.
- Dengan adanya nikmat kemerdekaan itu, bangsa indonesia terlepas dari jahanamnya penjajahan selama 353,5 tahun.
- Dengan adanya nikmat kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 itu, sampailah Rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang SurgaNYA Negara Republik Indonesia, yang merdeka, bersatu, ber- daulat, adil dan makmur.
- Dengan adanya nikmat kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 itu, Rakyat Indonesia dapat meletakkan Pancasila sebagai Dasar Negara repulik Indonesia.
- Dengan adanya nikmat kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 itu, Rakyat Indonesia dapat meletakkan Undang - Undang Dasar 1945 sebagai dasar Konstitusional Negara Republik Indonesia.
- Dengan adanya nikmat kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 itu, Rakyat Indonesia dapat mendirikan Negara Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945.
- Dengan adanya nikmat kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 itu, Rakyat Indonesia dapat melindungi segenap bangsa Indonesia.
- Dengan adanya nikmat kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 itu, Rakyat Indonesia dapat melindungi seluruh tumpah darah Indonesia.
- Dengan adanya nikmat kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945 itu, Rakyat Indonesia dapat mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum.
- Dapat ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan Keadilan sosial.
Tanpa adanya Ni'mat Kemerdekaan 17 itu semuanya itu tidak mungkin terlaksana, merupakan impian yang tidak akan terwujud di Ibu Pertiwi Tanah Air Indonesia ini. Hanya sekedar angan - angan belaka.
Semoga kita semua dapat merenungi dan menghayati apa yang disampaikan dalam tulisan ini, agar kita menjadi bangsa (rakyat atau warga negra) yang " CINTA TANAH AIR YANG DIJIWAI MANUNGGALNYA KEIMANAN DAN KEMANUSIAN."
" Salam Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia...Merdeka...!!
Sumber : Dokumen Sejarah Bangsa Indonesia, Buku "Angkatan Baru ' 45" oleh B.M. Diah, Buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Ensiklopedia Islam, Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia, Buku Condro Dimuko, Buku Dari Proklamasi sampai resopim.





